BRMP Sulawesi Barat Dorong Penguatan Standar Mutu dan Keamanan Pangan Segar di Sulawesi Barat
MAMUJU-Dalam rangka meningkatkan mutu dan keamanan pangan segar asal tumbuhan, UPTD BSP-PSAT selaku Otoritas Komponen Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat menggelar Rapat Rekomendasi Keamanan dan Mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan pada 24–25 November 2025 di Hotel Diana, Kabupaten Mamuju. Kegiatan ini bertujuan memastikan bahwa produk pangan segar terbebas dari bahan kimia berbahaya, memenuhi standar mutu yang berlaku, serta terjamin keasliannya sebelum diterima oleh konsumen.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat, BRMP Sulawesi Barat, tim OKKPD UPTD BSP-PSAT, serta para pelaku usaha. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan menekankan pentingnya peningkatan penerapan praktik budidaya dan penanganan pascapanen yang aman dan bermutu untuk menghadirkan pangan segar yang layak konsumsi dan dipercaya oleh masyarakat.
Pada kesempatan ini, BRMP Sulawesi Barat hadir memberikan dukungan teknis dan keilmuan, khususnya terkait penerapan Good Agricultural Practices (GAP). Tim BRMP Sulawesi Barat yang diwakili oleh Sarpina memaparkan pentingnya penerapan GAP pada komoditas pepaya sebagai salah satu syarat utama pengajuan Sertifikasi Prima 3, mulai dari praktik budidaya, pengendalian hama, hingga penanganan panen dan pascapanen.
Dalam rapat tersebut, Muh. Hasyim, pelaku usaha pepaya varietas Calika yang menjadi salah satu binaan teknis BRMP dalam penerapan prinsip budidaya yang baik, turut menjadi pengusul Sertifikasi Prima 3. Melalui proses penilaian yang ketat oleh tim OKKPD, produk pepaya Calika dinyatakan layak menerima Sertifikasi Prima 3 karena memenuhi aspek keamanan dan mutu sesuai standar yang ditetapkan.
Kehadiran BRMP Sulawesi Barat pada kegiatan ini mempertegas komitmen lembaga dalam mendukung penerapan budidaya yang baik, modern, dan berstandar nasional. Selain itu, kerja sama multipihak ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan komitmen pelaku usaha terhadap produksi pangan segar yang aman, bermutu, dan dapat ditelusuri, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk hortikultura lokal.